Sabtu, 20 Maret 2010

Definisi Tasawwuf

Definisi Tasawuf Para ulama dan peneliti tidak ada yg sepakat asal usul kata tasawuf paling tidak ada tujuh perbedaan ;


1. Dari kata yg berarti bersih seperti kata Mahmud Amin An-Nawawy Artinya; “Segolongan ahli tasawuf berkata bahwasanya pemberian nama menjadi sufiyah krn kesucian rahasianya dan kebersihan kelakuannya.”

2. Istilah sufi adl nama yg dinisbatkan kepada kata yg bentuk jama`nya berarti shaf atau barisan. Hal ini sesuai dgn keterangan Mahmud Amin An-Nawawy yg mengatakan ” Segolongan berkata; bahwasanya mereka menamakan shufiyah krn mereka berada pada posisi shaf yg terdepan disisi Allah `Azza Wa Jalla dgn ketinggian cita-citanya kepada-Nya dan utk bertemu dengan-Nya serta hatinya selalu tegak disisi-Nya.”

3. Istilah sufi adl nama yg dinisbatkan kepada perkataan yg diberikan kepada orang-orang Shufi dimasa Rasulullah SAW krn mereka menempati gubuk-gubuk yg telah dibangun oleh Rasulullah SAW disekitar masjid Madinah. Hal ini sesuai dgn keterangan Abul`Alaa`Afiefy yg mengatakan ” Shufi berkaitan dgn Ahlush Shuffah; yaitu nama yg dikhususkan kepada beberapa Fakir-Muslim pada masa permulaan Islam. Mereka itu termasuk orang-orang yg tidak memiliki rumah. Maka mereka menempati gubuk yg telah dibangun oleh Rasulullah SAW diluar Masjid Madinah”.

Tetapi Mahmud Amin An-Nawawy mengatakan “Segolongan berkata Bahwasanya mereka menamakan dirinya Shufiyah krn sifat-sifatnya mirip dgn sifat-sifat Ahlus Shuffah yg dimasa Rasulullah SAW “.

4. Istilah sufi adl nama yg dinisbatkan kepada kata yg artinya bulu atau wol. Karena orang-orang Tasawuf pada umumnya mengkhususkan dirinya dgn memakai pakaian yg berasal dari bulu domba. Hal ini dikatakan oleh Qusyairy ” Adapun orang-orang yg mengatakan bahwa berasal dari kata Shuuf adl dia berpakaian Shuuf jika ia memakai baju bulu; sebagaimana dikatakan dia berpakaian kemeja bila memakai kemeja”.

5. Istilah sufi adl nama yg dinisbatkan kepada kata yg artinya pilihan . Hal ini dikatakan oleh Yusuf bin Al-Husein “Setiap umat terdapat orang-orang pilihan ; dan mereka adl titipan Allah yg tersembunyi dari makhluk-Nya Apabila terdapat orang-orang tersebut pada ummat ini maka mereka itulah Shufiyah”.

6. Istilah sufi adl nama yg dinisbatkan kepada keterangan Karena pada umumnya orang-orang tasawuf menonjolkan dirinya dgn menunjukkan sifat-sifatnya yg terpuji. Hal ini diterangkan oleh Mahmud Amin An-Nawawy ” Pernah Asy Syibly ditanya Mengapa orang-orang Shufi dinamakan Shufi ? Ia menjawab Karena padanya terlukis adanya gambaran dan ketetapan sifat ?.

7. Istilah sufi adl nama yg dinisbatkan kedalam bahasa Yunani; dari kata “Sopos” atau “Sapis” yg dapat diartikan dgn “Ahli Mistik”. Hal ini sesuai dgn keterangan Yoseph Founhamer dan Tholuck yg diterjemahkan oleh Abul `Alaa `Afiefy kedalam bahasa Arab yg artinya ” ?dan sesungguhnya ada dua macam kata bahasa Arab “Shufiyyu” dan “Shaafiyyu” bersumber dari kata asli bahasa Yunani dari kata “Sopos” dan “Sapis” “.

Banyak penulis lbh cenderung mengambil pendapat Al-Qusyairy sebagai pendapat yg paling kuat dari seluruh pendapat tersebut dimuka. Karena pada umumnya orang-orang memberikan nama panggilan kepada orang lain berdasarkan kebiasaan lahiriah yg paling menonjol padanya; misalnya pakaiannya. Karena ciri khas yg paling menonjol dan gampang diketahui pada orang Tasawuf adl pakaian wolnya maka ia dinamakan Shufi .

Sejarah perkembangan Tasawuf Sebagaimana telah kami kemukakan didepan bahwa istilah tasawuf tidak dikenal dimasa Nabi SAW dan para sahabatnya. Tetapi yg dikenal adl zuhud dan wara` . Istilah sufi pertama kali digunakan yaitu kepada Abu Hasyim Al Kufi dan ia orang yg pertama kali membangun tempat ibadah khusus bagi sufi di Ramlah wilayah Syam . Meskipun demikian orang sufi selalu menisbatkan tasawuf kepada Nabi SAW melewati Ali dilanjutkan oleh Hasan Al-Basri dst.

Sederetan nama sahabat yg menjadi rujukan ahli tasawuf ; Abu Bakar As-Shidiq Umar bin Khattab Utsman bin Affan Ali bin Abi Thalib Salman Al Farisi Abu Dzar Al Ghifari Miqdad bin Al Aswaddll.

Kemudian pada masa tabiin terkenal nama Hasan Al Basri dan Sofyan Al-Tsauri . Baru kemudian murid-murid Abdul Wahid bin Yazid pengikut Hasan Al Basri membangun tempat khusus utk warga sufi disebut duwairah demikian pendapat Ibnu Taimiyah .

Pada abad kedua dikenal nama-nama Ibrahim bin Adham Al Balakhi dan Rabiah Al Adawiyah . Ciri menonjol pada pengikut Hasan Al Basri adl rasa takut yg berlebih kepada Allah selain zuhud dan banyak ibadah sementara pada Rabiah Al Adawiyah lbh menonjol rasa muhabbah kepada Allah SWT. Sementara para ulama menyebutkan perlunya keseimbangan agar tidak menyimpang kata mereka “Barang siapa menyembah Allah SWT hanya dgn rasa muhabbah saja dia menjadi zindik barangsiapa menyembah Allah SWT hanya dgn rasa takut maka dia menjadi khawariij dan barang siapa menyembah Allah SWT dgn harapan maka dia menjadi murjiah dan barang siapa menyembah Allah SWT dgn cinta rasa takut dan harapan maka ia mukmin sejati”. .

Pada abad ketiga tasawuf semakin solid dan berkembang dgn tokoh sentral Abu Sulaiman Addaaroony Ahmad Al Hawary Abul Faidh Zunnun Al Misri Bisyir Al Hafi Abu Bakar Al-Syibli Al Haris Al Muhasibi Assirri Assiqthi Abul Yazid Al Busthami Al-Junaid dan Al Hallaj .

Pada masa ini dan sesudahnya tasawuf berkembang menjadi kelompok-kelompok yg ditokohi oleh seorang syaikh. Seperti diungkap oleh Al Hajwairi ” Pada masa itu lahirlah tarekat-tarekat sufi berjumlah duabelas dan masing-masing menisbatkan dirinya kepada seorang syaikh dari syaikh-syaikh abad tiga dan empat”.

Pada abad keempat tasawuf lbh berkembang lagi sehingga mereka menyebutkan dirinya sebagai ahli hakekat/ bathin sementara ulama lain terutama ulama fiqh disebut sebagai ahli dhohir. Pada masa inilah trend sufi ditetapkan mempunyai empat tahapan atau empat ilmu ;

Ilmu syariah

Ilmu Tariqoh

Ilmu Hakekat

Ilmu Ma`rifat

Pada abad kelima dan seterusnya tasawuf sangat dipengaruhi oleh paham syiah dan filsafat.

Ajaran Sufi Ajaran sufi mengandung usaha mujahadah dan riyadhoh dimana seorang salik harus melewati maqomat dan ahwaal. Maqomat menurut Assarraj Aththusi dalam kitab Alluma` yaitu kondisi ketaatan seorang hamba dihadapan Allah .Maka dia menyebut maqom berupa taubat wara` zuhud . Kemudian salik akan mendapatkan ahwaal yaitu kondisi hati yg bersih krn banyak berdzikir berupa muroqobah tenang menyaksikan kebesaran Allah yakin dll.

Nabi SAW telah mengingkari orang yg ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT dgn mencegah diri dari makan daging atau nikah. Seperti hadts yg telah datang dalam kitab Shahihain dari Annas bin Malik ia berkata “Ada satu kelompok sahabat yg datang kerumah Nabi SAW utk menayakan kepada istri-istri beliau tentang ibadah beliau. Setelah mereka diberitahu tentang keadaan ibadah beliau seolah-olah mereka menganggap ibadah itu masih terlalu sedikit. Kemudian mereka berkata-kata satu sama lain lalu mereka bertanya dimana posisi kita dibandingkan dgn Rasulullah SAW padahal Allah SWT telah mengampuni dosa beliau baik yg teredahulu maupun yg akan datang ?” Lalu salah seorang dari mereka berkata ” Saya akan puasa sepanjang tahun dan tidak akan berbuka.” Yang kedua mengatakan ” Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan kawin selamanya.” Lalu Rasulullah SAW datang kepada mereka sembari bersabda ” Kamukah yg telah berkata begini dan begitu tadi ? Ketahuilah Demi Allah SWT akulah orang yg paling takut kepada Allah SWT diantara kalian dan yg pailng bertaqwa kepadaNya tetapi aku berpuasa dan berbuka sholat dan tidur dan kawin dgn perempuan. Maka barangsiapa yg membenci sunnahku bukanlah ia dari golonganku.” . Ibnu Taimiyah dalam menguatkan shuf sebagai sebab penamaan sufi adl krn mereka terkenal dgn pakaian shuf . Itu hanyalah menyebutkan gejala mereka pada masa itu dan sebelumnya yaitu pakaian shuf utk menampakkan zuhud. Tetapi ada pendapat lain tentang penamaan itu menunjukkan sebagian pembicaraan mereka yaitu pembicaraan yg kembali kepada pemkiran-pemikiran kuno seperti yg disebutkan oleh Al-Biruni Abu-Rahyan yg menisbatkan tasawub kepada kata ” Shofia ” Yunani yaitu hikmah mengingat krn saling dekatnya pendapat-pendapat antara pendapat orang-orang sufi dgn para filosof Yunani kuno.

Tasawuf itu adl kasus yg lbh berbahaya ketimbang sekedar pakaian kasar bahkan merupakan pemikiran -pemikiran buatan para filosof yg masuk ikut campur dalam islam padahal sebenarnya jauh dari islam tetapi disampuli dgn cover yg menimbulkan mengelabuan bahwa tasawub itu termasuk dalam islam.

SEJARAH DAN FITNAH TASAWUF
Orang-orang sufi pada periode pertama menetapkan utk merujuk kembali pada Al-quran dan As-sunah namun demikian iblis memperdayai mereka krn ilmu mereka yg sedikit sekali.

Ibnul Jauzi yg terkenal dgn bukunya Talbis Iblis menyebutkan contoh Al-Junaid berkata “Madzhab kami ini terikat dgn dasar Al Kitab dan As Sunnah.” Dia juga berkata”Kami tidak mengambil tasawuf dari perkataan orang ini dan itu tetapi dari rasa lapar meninggalkan dunia meninggalkan kebiasaan sehari-hari dan hal-hal yg dinggap baik. Sebab tasawuf itu berasal dari kesucian mu’amalah dgn Allah SWT dan dasarnya adl memisahkan diri dari dunia.”

Komentar Ibnul Jauzijika seperti ini yg dikatakan para syaikh mereka maka dari syaikh-syaikh yg lain muncul banyak kesalahan. Karena mereka menjauhkan diri ilmu

Jika memang begitu keadaannya lanjut Ibnul Jauzi maka mereka harus disanggah krn tidak perlu ada sikap manis muka dalam menegakkan kebenaran. Jika tidak benar maka kita tetap harus waspada terhadap perkataan yg keluar dari golongan mereka.

Dicontohkan suatu kasus Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata tentang diri Sary As-Saqathy “Dia seorang syaikh yg dikenal suka menjamu makanan.” Kemudian ada yg mengabarinya bahwa dia berkata “Tatkala Allah menciptakan huruf-huruf maka huruf ba` sujud kepada-Nya” maka seketika itu pula Imam Ahmad berkata” Jauhilah dia!”

A. Kapan Awal Munculnya Tasawuf
Tentang kapan awal munculnya tasawuf Ibnul Jauzi mengemukakan yg pasti istilah sufi muncul sebelum tahun 200 H. Ketika pertama kali muncul banyak orang yg membicarakannya dgn berbagai ungkapan. Alhasil tasawuf dalam pandangan mereka merupakan latihan jiwa dan usaha mencegah tabiat dari akhlak-akhlak yg hina lalu membawanya ke akhlak yg baik hingga mendatangkan pujian didunia dan pahala diakhirat. Begitulah yg terjadi pada diri orang-orang yg pertama kali memunculkannya. Lalu datang talbis iblis terhadap mereka dalam berbagai hal. Lalu iblis memperdayai orang-orang setelah itu daripada pengikut mereka. Setiap kali lewat satu kurun waktu maka ketamakan iblis utk memperdayai mereka semakin menjadi-jadi. Begitu seterusnya hingga mereka yg datang belakangan telah berada dalam talbis iblis.

Talbis iblis yg pertama kali terhadap mereka adl menghalangi mereka mencari ilmu. Ia menampakkan kepada mereka bahwa maksud ilmu adl amal. Ketika pelita ilmu yg ada didekat mereka dipadamkan mereka pun menjadi linglung dalam kegelapan. Diantara mereka ada yg diperdaya iblis bahwa maksud yg harus digapai adl meninggalkan dunia secara total. Mereka pun menolak hal-hal yg mendatangkan kemaslahatan bagi badan mereka menyerupakan harta dgn kalajengking mereka berlebih-lebihan dalam membenani diri bahkan diantara mereka ada yg sama sekali tidak mau menelentangkan badannya terlebih lagi tidur.

Sebenarnya tujuan mereka itu bagus. Hanya saja mereka meniti jalan yg tidak benar dan diantara mereka ada yg krn minimnya ilmu lalu berbuat berdasarkan hadits-hadits maudhu` sementara dia tidak mengetahuinya.

B. Syaria`t Dianggap Ilmu Lahir Sehingga Aqidahnya Rusak

Kemudian datang suatu golongan yg lbh banyak bicara tentang rasa lapar kemiskinan bisikan-bisikan hati dan hal lain-lain yg yg melintas didalam sanubari lalu mereka membukukan hal-hal itu seperti yg dialakukan Al-Harits Al-Muhasibi . Adapula golongan lain yg mengikuti jalan tasawuf menyendiri dgn ciri-ciri tertentu seperti mengenakan pakaian tambal-tambalan suka mendengarkan syair-syair memukul rebana tepuk tangan dan sangat berlebih-lebihan dalam maslah taharah dan kebersihan. Masalah ini semakin lama semakin menjadi-jadi krn para syaikh menciptakan topik-topik tertentu berkata menurut pandangannya dan sepakat utk menjauhkan diri dari ulama.

Memang mereka masih tetap menggeluti ilmu tetapi mereka menamakannya ilmu batin dan mereka menyebut ilmu syariat sebagai ilmu dhahir. Karena rasa lapar yg mendera perut mereka pun membuat khayalan-khayalan yg muskil mereka menganggap rasa lapar itu sebagai suatu keni’matan dan kebenaran. Mereka membayangkan sosok yg bagus rupanya yg menjadi teman tidur mereka. Mereka itu berada diantara kufur dan bid`ah.

Kemudian muncul beberapa golongan lain yg mempunyai jalan sendiri-sendiri dan akhirnya aqidah mereka menjadi rusak. Diantara mereka ada yg berpendapat tentang adanya inkarnasi/ hulul yaitu Allah menyusup kedalam diri makhluk dan ada yg menyatakan Allah menyatu dgn makhluk/ ittihad. Iblis senantiasa menjerat mereka dgn berbagai macam bid`ah sehingga mereka membuat sunnah tersendiri bagi mereka.

C. Perintis Tasawuf Tak Diketahui
Pasti Abdurrahman Abdul Khaliq dalam bukunya Al-Fikrus Sufi fi Dhauil Kitab was Sunnah menegaskan tidak diketahui secara tepat siapa yg pertama kali menjadi sufi dikalangan ummat Islam. Imam Syafi`i ketika memasuki kota mesir menyatakan “Kami tinggalkan kota Baghdad sementara disana kaum zindiq telah mengadakan sesuatu yg baru yg mereka namakan assama` .”

Kaum zindiq yg dimaksud Imam Syafi`i adl orang-orang sufi. Dan assama` yg dimaksud adl nyanyian-nyanyian yg mereka dendangkan. Sebagaimana dimaklumi Imam Syafi`i masuk ke Mesir tahun 199 H. Perkataan Imam Syafi`I ini mengisyaratkan bahwa masalah nyanyian merupakan masalah baru. Sedaangkan kaum zindiq tampaknya sudah dikenal sebelum itu. Alasannya Imam Syafi`i sering berbicara tentang mereka diantaranya beliau menyatakan “Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi hari maka siang sebelum Dhuhur ia menjadi orang yg dungu.” Dia juga pernah berkata.” Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari lalu akalnya kembali normal selamanya.”

Semua ini menurut Abdurrahman Abdl Khaliq menunjukkan bahwa sebelum berakhirnya abad kedua Hijriyah terdapat satu kelompok yg diakalangan ulama Islam dikenal dgn sebutan Zanadiqoh dan terkadang dgn sebutan mutashawwifah . Imam Ahmad hidup sezaman dgn Imam Syafi`i dan pada mulanya berguru kepada Iamam Syafi`i. Perkataan Imam Ahmad tentang keharusan menjauhi orang-orang tertentu yg berada dalam lingkaran tasawuf banyak dikutip orang. Diantaranya ketika seseorang datang kepadanya sambil meminta fatwa tentang perkataan Al-Harits Al Muhasibi .Lalu Imam Ahmad bin Hanbal berkata “Aku nasihatkan kepadamu janganlah duduk bersama mereka.” .

Imam Ahmad memberi nasehat seperti itu krn beliau telash melihat Majlis Al-Harits Al-Muhasibi. Dalam majlis itu para peserta duduk dan menangis_menurut mereka_untuk mengoreksi diri. Mereka berbicara atas dasar bisikan hati yg jahat.

Perlu kita cermati kini ada kalangan-kalangan muda yg mengadakan daurah/ penataran atau halaqah/ pengajian lalu mengadakan muhasabatun nafsi/ mengoreksi diri atau mengadakan apa yg mereka sebut renungan dan mereka mengangis tersedu-sedu bahkan ada yg meraung-raung.Apakah perbuatan mereka itu ada dalam sunnah Rasulullah SAW ? Ataukah memang mengikuti kaum sufi itu ?

D. Abad Ketiga Hijriyah Sufi

Mulai Berani Semua Tokohnya dari Parsi tampaknya Imam Ahmad bin Hanbal r.a mengucapkan perkataan tersebut pada awal abad ketiga Hijriyah. Namun sebelum abad ketiga berakhir tasawuf telah muncul dalam hakekat yg sebenarnya kemudian tersebar luas ditengah-tengah umat dan kaum sufi telah berani mengatakan sesuatu yg sebelumnya mereka sembunyikan. Jika kita meneliti gerakan sufisme sejak awal perkembangannya hingga kemunculan secara terang-terangan kita akan mengetahui bahwa seluruh tokoh pemikiran sufi pada abad ketiga dan keempat Hijriyah berasal dari Parsi tidak ada yg berasal dari Arab.

Sesungguhnya tasawuf mencapai puncaknya dari segi aqidah dan hukum pada akhir abad ketiga Hijriyah yaitu tatkala Husein bin Manshur Al-Hallaj berani menyatakan keyakinannya didepan penguasa yakni dia menyatakan bahwa Allah SWT menyatu dgn dirinya sehingga para ulama yg semasa dengannya menyatakan bahwa dia telah kafir dan harus dibunuh.

Pada tahun 309 H./922 M.ekskusi terhadap Husein bin Manshur Al Hallaj dilaksanakan. Meskipun demikian sufisme tetap menyebar dinegri Parsi bahkan kemudian berkembang di Irak.

E. Abad Keempat Mulai Muncul Thariqat
Tarekat Tersebarnya sufisme didukung oleh Abu Said Al-Muhani. Ia mendirikan tempat -tempat penginapan yg dikelola secara khusus dan selanjutnya ia ubah menjadi markas sufisme. Cara penyebaran sufisme seperti itu diikuti oleh para tokoh sufi lainnya sehingga pada pertengahan abad keempat Hijriyah berkembanglah cikal bakal thariqat/ tarekat sufiyah kemudian secara cepat tersebar di Irak Mesir dan Maghrib .

Pada abad keenam Hijriyah muncul beberapa tokoh tasawuf masing-masing-masing-masing mengaku bahwa dirinya keturunan Rasulullah SAW kemudian mendirikan tempat thariqat sufiyah Ar-Rifa`i ; diMesir muncul Al-Bada-wi yg tidak diketahui siapa ibunya siapa bapaknya dan siapa keluarganya; demikian juga Asy-Syadzali yg muncul diMesir. Dari thariqat tersebut muncul banyak cabang thariqat sufiyah.

F. Abad ke-VI VIIdan VIII
Puncak Fitnah Sufi Pada abad keenam ketujuh dan kedelapan Hijriyah fitnah sufisme mencapai puncaknya. Kaum sufi mendirikan kelompok-kelompok khusus kemudian diberbagai tempat dibangun kubah-kubah diatas kubur an. Semua itu terjadi setelah tegaknya Daulah Fathimiyah di Mesir dan setelah perluasan kekuasaan kewilayah-wilayah dunia Islam. Lalu kuburan-kuburan palsu muncul seperti kuburan Husain bin Ali r.a di Mesir dan kuburan sayyidina Zainab. Setelah itu mereka mengadakan peringatan Maulud Nabi SAW mereka melakukan bid`ah-bid`ah dan khufarat-khufarat. Pada akhirnya mereka meng-ilah-kan Al-Hakim Bi-Amrillah Al-Fathimi Al-Abidi.

Propaganda yg dialakukan oleh Daulah Fathimiyah tersebut berawal dari Maghrib mereka menggantikan kekuasaan Abbasiyah yg Sunni. Daulah Fathimiyah berhasil menggerakkkan kelompok-kelompok sufi utk memerangi dunia Islam. Pasukan-pasukan kebatinan tersebut kemudian menjadi penyebab utama berkuasanya pasukan salib diwilayah-wilayah Islam.

Pada Abad kesembilan kesepuluh dan kesebelas Hijriyah telah muncul berpuluh-puluh thariqat sufiyah kemudian Aqidah dan Syariat sufi tersebar ditengah-tengah umat. Keadaan yg merata berlanjut sampai masa kebangkitan Islam baru.

G. Ibnu Taimiyah dan murid-muridnya memerangi Sufi Sesungguhnya kebangkitan Islam sudah mulai tampak pada akhir abad ketujuh dan awakl abad kedelapan Hijriyah yaitu tatkala Imam Mujahid Ahmad bin Abdul Hakim Ibnu Taimiyah memerangi seluruh aqidah yg menyimpang melalui pena dan lsannya diantara yg diperangi adl aqidah kaum sufi.

Setelah itu perjuangan beliau dilanjutkan oleh murid-muridnya seperti Ibnul Qoyyim Ibnu Katsir Al Hafizh Adz Dzahabi dan Ibnu Abdil-Hadi.

Meskipun mendapat serangan tasawuf dan aqidah-aqidah batil terus mengakar hingga berhasil menguasai umat. Namun pada abad ke-12 H. Allah SWT mempersiapkan Imam Muhammad bin Abdul Wahab utk umat Islam. Ia memepelajari buku-buku Syaikh Ibnu Taimiyah kemudian bangkit dan memberantas kebatilan. Dengan sebab upaya beliau Allah SWT merealisasikan kemunculan Kebangkitan Islam baru.

Da`wah Muhammad bin Abdul Wahhab disambut oleh orang-orang mukhlkis diseluruh penjuru dunia Islam. Namun daulah sufisme tetap memiliki kekuatan diberbagai wilayah dunia Islam dan simbol-simbol tasawuf masih tetap ada. Simbol-simbol tasawuf yg dimaksudkan adl kuburan-kuburan syaikh-syaikh atau guru-guru sesat dan aqidah-aqidah yg rusak dan batil.

0 komentar: